Minggu, 04 Juli 2010

Bekal Awal Seorang Anak

Bekal Awal Seorang Anak
Pendidikan yang didapatkan anak di lingkungan keluarga merupakan pondasi baginya dalam pembangunan watak, kepribadian dan karakternya. Jika anak dalam keluarga sensatiasa terdidik dalam warna keislaman, maka kepribadiannya akan terbentuk dengan warna keislamanya tersebut .
Seorang anak yang terlahir dalam keadaan fitrah, kemudian orang tuanyalah yang mewarnainya, Rasulullah saw bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang fitrah (islami), maka orang tuanya yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani atau majusi.” (HR. Al-Bukhari)
Untuk itu orang tua harus dapat memanfaatkan saat-saat awal anak mengalami pertumbuhannya dengan cara menanamkan dalam jiwa anak kita kecintaan terhadap dien-Nya, cinta terhadap ajaran Allah swt dan Rasul-Nya, sehingga ketika ank tersebut berhadapan denga lingkungan lain anak tersebut memliki daya tahan yang dapat menangkal setiap pengaruh neagatif yang akan merusak dirinya.
Agar dapat memudahakn jalan bagi pembentukan kepribadain bagi anak yang shaleh, maka keteladanan orang tua merupakan faktor yang sangat menentukan. Oleh karena itu, sikap yang baik, yaitu sikap yang sesuai dengan kepribadian yang shalih sehingga anak dapat dengan mudah meniru dan mempraktikan sifat-sifat orang tuanya.

Membiasakan Anak Hidup Bersama Al-Quran


Membiasakan Anak Hidup Bersama Al-Quran
Setiap orang tua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang shalih dan shalihah. Anak shalihah-shalihah merupakan harta yang paling berharga bagi orang tua. Untuk mendapatkan semua itu, tentu harus ada upaya keras dari orang tua dalam mendidik anak. Salah satu yang wajib diajarkan kepada anak adalah segala hal tentang Al-Quran karena ia adalah pedoman hidup manusia.
Rasulullah saw. Pernah bersabda : “ Didiklah anak-anakmu denga tiga perkara : mencintai Nabimu, mencintai ahlul baitnya dan membaca Al-Quran karena orang-orang yang memelihara Al-Quran itu berada dalam lindunga singasana Allah pada hari ketika tidak ada perlindungan selain daripada perlindunganNya. Mereka beserta para nabi-Nya dan orang-orang sucoi. (HR. Ath-Thabrani).
Sejak kapan Al-Quran sebaiknya diajarkan pada anak? Tentu sedini mungkin. Semakin dini semakin baik. Akan sangat bagus jika sejak anak dalam kandungan seolah-olah calon anak kita itu sudah terbiasa “hidup bersama” Al-Quran, yakni ketika sang ibu yang mengandungnya rajin membaca Al-Quran.
7M Agar Anak Selalu Hidup Bersama Al-Quran
1. Mengenalkan
Mengenalkan Al-Quran kepada anak bisa dengan cara menempelkan huruf-huruf hijaiyah dengan gambar dan warna yang menarik di tempat yang sering terlihat oleh anak. Dengan sering melihat, anak akan terpancing untuk bertanya lebih lanjut.
2. Memperdengarkan.
Memperdengarkan ayat-ayat Al-Quran bisa dilakukan secara langsung atau dengan memutar kaset atau CD.
3. Menghapalkan.
Menghapalkan Al-Quran bisa dimulai sejak anak lancar berbicara. Bisa dilakukan dengan cara sering-sering membacakan ayat-ayat tersebut kepada anak. Lalu latihlah anak untuk menirunya dan lakukan berulang-ulang sampai anak hapal.
4. Membaca.
Bombing dan doronglah anak agar terbiasa membaca Al-Quran setiap hari walau Cuma beberapa ayat.
5. Menulis.
Belajar menulis akan mempermudah anak dalam belajar membaca Al-Quran.
6. Mengkaji.
Ajaklah anak mulai mengkaji isi Al-Quran. Sang ayah bisa memimpinnya setelah shalat magrib atau subuh. Kajian bersama, dengan merujuk pada satu atau dua ayat Al-Quran. Ini sekaligus dapat menjadi sarana tawsiyah untuk seluruh anggota keluarga.
7. Mengamalkan dan memperjuangkan.
Al-Quran tentu tidak hanya untuk dibaca, dihapal dan dikaji. Justru yang paling utama adalah diamalkan seluruh isinya dan diperjuangkan agar benar-benar dapat menyinari kehidupan manusia. Ceritakan kisah-kisah yang terdapat di dalam Al-Quran, supaya memotivasi anak.

Sang Intelektual di BEC

Sang Intelektual di BEC…
Mr. Ramlan, itulah nama yang biasa dipanggil oleh mahasiswa BEC (Bogor EduCARE). Beliau adalah salah satu dosen mata kuliah Reading, nama lengkapnya Ramlan Widiawan. Beliau merupkan kelahiran Cianjur,…………….. lulusan salah satu universitas swasta di Bandung.
Beliau merupakan salah satu dosen yang paling kritis, penuh dedikasi di BEC menurut saya, metode belajar yang ia berikan berbeda dengan dosen lain. Setiap kali ia memberikan materi, selalu ia bubuhi dengan kata-kata khasnya(petuah-petuah). Beliau selalu memberikan motivasi-motivasi yang membangun buat anak didiknya.
Menurut saya Mr. Ramlan orangnya sederhana, supel, keren, dan tidak banyak omong. Ketika tahu anak didiknya ada yang kesusahan segera ia bantu.
Dan dosen yang satu ini adalah dosen yang paling sibuk, apalagi akhir-akhir ini. Karena ia memegang amanah lain selain mengajar di BEC. Beliau adalah aktivis lingkungan, dan memegang jabatan sebagai HUMAS di salah satu yayasan yang bergerak di bidang sosial, yaitu Yayasan ASA Anak Bangsa.
Sungguh mulia pekerjaan beliau, dan sempat beliau mengatakan “enggak masalah saya tidak dapat apa-apa dalam pekerjaan ini (gaji), asalkan apa yang saya lakukan ini/kontribusi yang saya berikan ini bermanfaat bagi orang lain.” Subhanallah…
Satu hal yang saya kagumi dari beliau adalah, beliau selalu cepat dalam bertindak tanpa banyak basa-basi. Kalau kata anak-anak BEC mah “sat-set”.
Mudah-mudahan kontribusi yang selalu ia berikan bagi siapapun akan selalu bermanfaat dan menjadi amalan di hadapan-Mu. Amin…
Sebuah kata dari saya buat Mr. Ramlan :
“Gue suka gaya lu..”
Tetap istiqomah… ;-)

KISAH TENTANG WANITA

KISAH TENTANG WANITA
Allah swt telah menciptakan nabi Adam as, dan menepatkannya di surga. Ketika kita mensifati surga, cukuplah kita katakan, “itulah surga yang tidak pernah dilihat, tidak pernah didengar dan tidak pernah terbersit dalam benak manusia.”
Karena Allah swt memiliki wewenang mengatur dan menentukan hukum, maka Dia berkehendak memberikan hadiah kepada nabi Adam as, yang diciptakan dari dirinya, kemudian diberikan kepadanya. Maka hadirlah Hawa. Teman dalam perjalanan, belahan jiwa, dan pemberian Allah swt kepada setiap lelaki.
Wanita adalah Saudara kandung Kaum Laki-laki
Begitulah Rasulullah saw. Bersabda. Perkataan ini merupakan ungkapan paling akhir sekaligus pemberi semangat bagi kaum wanita.
Wanita merupakan salah satu tiang paling penting dalam bangunan kehidupan ini. Agama tidak meremehkannya. Tapi akal yang kerdil, pemahaman yang dangkal dan pemikiran sempit telah menodainya.
Jikalau wanita diberi kesempatan untuk berinovasi, maka ia akan mampu melakukannya. Jika wanita diberi haknya untuk berpikir, niscaya ia pun akan produktif. Jika dikatakan kepada wanita, “ini lapangan aktivitasmu”, maka ia akan bangkit dan mampu mewujudkan program-programnya satu persatu.
Ia adalah wanita yang berpandangan bahwa keistimewaan dalam hidup adalah haknya, kemuliaan adalah pakaiannya, catatan namanya harus ada pada catatan orang-orang yang sukses.
Tujuannya adalah memakmurkan bumi dan memberikan kebahagiaan kepada manusia, sebagai perwujudan tujuan diciptakannya oleh Sang Pencipta.
Motonya adalah Allah swt tidak akan menyia-nyiakan pahala/balasan bagi orang-orang yang berbuat baik.
Alatnya adalah kemuliaan sebagai manusia dan sarana yang suci.

”Manusia akan selalu mampu mengimbangi pikirannya, dan berusaha kembali menyaring serta mengevaluasi dirinya. Ia mampu membuang kesalahannya dan menggantinya dengan keinginan yang kuat, akal yang terbuka dan keinginan yang teguh untuk melakukan perubahan dan perbaikan.”